Skip to content
MOL X-8
MOL (Mikro Organisme Lokal) dan Peranannya MOL adalah kumpulan mikro organisme yang bisa “diternakan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organic. Dengan MOL ini maka konsep pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan. Peran MOL dalam kompos, selain sebagai penyuplai nutrisi juga berperan sebagai komponen bioreaktor yang bertugas menjaga proses tumbuh tanaman secara optimal. Fungsi dari bioreaktor sangatlah kompleks, fungsi yang telah teridentifikasi antara lain adalah penyuplai nutrisi melalui mekanisme eksudat, kontrol mikroba sesuai kebutuhan tanaman, menjaga stabilitas kondisi tanah menuju kondisi yang ideal bagi pertumbuhan tanaman.
AlatBahan
1. Ember
2. Botol
3. Gunting
1. Sampah organik
2. Air beras
3. Gula
Langkah Kerja
1. Kita campurkan air yang mengandung karbohidrat dengan air yang mengandung glukosa dengan perbandingan volume kira-kira 1 : 1 (memang disini takaran pastinya tidak jelas, karena petani akan lebih mudah ingat apabila penyampaiannya sederhana saja, tidak rumit-rumit). Campurkan dengan air tajin dan larutan air gula merah sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme.
2. Lalu aduk merata dan campurkan dengan sumber bakteri misalnya pepaya, pisang, atau buah-buahan lain yang telah dihaluskan.
3. Aduk dan tutup wadah dengan botol plastik yang dilubangi yang disumbat dengan selang (apapun yang bisa menutupi wadah dengan catatan udara dapat masuk, tapi lalat tidak bisa masuk).
4. Lalu diamkan dan simpan selama kurang lebih 5 – 7 hari.
5. Lakukan pengecekan sampai mengeluarkan bau seperti hasil fermentasi (misal bau tape).
6. Jika sudah ada bau, berarti sudah jadi MOL-nya dan siap untuk digunakan.
Manfaat
1. Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah
2. Menyediakan unsure hara yang dibutuhkan tanaman
3. Menyehatkan tanaman, meningkatkan produksi tanaman, dan menjaga kestabilan produksi
4. Menambah unsure hara tanah dengan cara disiramkan ke tanah, tanaman, atau disemprotkan ke daun.
5. Mempercepat pengomposan sampah organik atau kotoran hewan Kompos dan Manfaatnya bagi tanaman Pupuk kompos saat ini banyak dicari dan digunakan oleh petani baik untuk budidaya tanaman sayuran maupun untuk tanama padi, tetapi seringkali petani menganggap bahwa pupuk kompos hanya berasal dari kotoran hewan. Padahal bahan yang dapat digunakan sangat banyak dan tersedia dilingkungan sekitar seperti, daun-daunan, jerami sisa sayuran dan buah-buahan serta sampah rumah tangga kecuali plastik.
KELAS X-8 SMAN 1 PARAKANSALAK